Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Andaikan Aku Pohon Kelapa

Diam yang panjang, sampai saat ini sepertinya aku masih saja terdiam. Ibu bertanya, "Nak, tidakkah engkau inginkan sesuatu kehidupan yang lebih indah daripada hari ini ?". saat itu aku seperti terjatuh lebih dalam didasar bumi. "Ibu, maafkan aku" ibu berkata padaku "Ibu tak punya kata memaafkan untukmu nak !" "Kenapa ibu ?, Ibu tidak sayang padaku ?" "Ibu sangat menyayangimu nak, dimata ibu maaf itu tidak ada, karena kamu tidak pernah salah ke Ibu, Lihatlah nak, pohon kelapa itu, Allah mengutusnya untuk memberikan apa saja yang dia punya untuk manusia disekelilingnya" disitu Ibu terlihat memancarkan cahaya cintanya Pesan Ibu tak enggan berkeliling dikepalaku, sampai aku bertemu seorang dengan bijak menjadi mahkotanya. Beliau berkata "Nak, jadilah seperti pohon kelapa itu". Mengejutkan seluruhku, mengingatkanku pada Ibu. seorang bijak itu melanjutkan bicaranya "Lihat banyak orang mencarinya, ada yang mengambil daunny...

PEJUANG PURNAMA

            Tanggal lima belas bulannya bulan, merekah gemilang senyuman langit oleh rasi bintang dan ratu malam. Malam terindah kala kesedihan menepis sendirinya menjauh dari setiap hati manusia. Kau tahu lagu ketika kecil dahulu, ketika purnama datang, kami orang desa berbahagia, sebab cahaya adalah hal yang sulit didapat. Kala sang mentari mulai lelah, Jingga semburat dari barat mengusir kami dari jalanan, untuk segera berada dalam gubuk yang ku bilang surga. Tetapi tidak pada setiap purnama, anak-anak selalu nantikan ini, menambahkan cahaya malam dengan riuhnya suara mereka berkejar-kejaran, bernadakan ceria setelah ketakutan. Para bapak dan ibu menggelar mendong lusuh di atas tanah sejuk, mengawasi anaknya dengan kudapan telo bakar ditemani kopi panas.