Postingan

Pengaruh Pengerjaan Skripsi terhadap Kedewasaan Individu

Ini adalah opini saya, bukan sebuah penelitian untuk skripsi. Opini yang lahir begitu nyatanya waktu mendekati skripsi dan diperlihatkannya secara gamblang bagaimana orang-orang yang mengerjakan skripsi. Mungkin untuk semester 1-5 skripsi belum sepenuhnya bisa menancap dihati mahasiswanya. Ketika datang semester 6 seorang yang membuat resah mengatakan “ Anda ini dipersimpangan jalan, apabila salah menentukan jalan itu adalah hal sia-sia ”. Perkataan itu seakan menjadi sirine bahwa sebentar lagi pribadimu akan diberikan kepada masyarakat. Sudah siap dan cukup bekal ? Skripsi merupakan amanah dan kewajiban setiap mahasiswa. Sehingga apabila Mahasiswa menunda skripsi atau sampai membuatnya lulus lebih dari waktunya, maka termasuk dari melalaikan amanah orangtua dan melalaikan kewajibannya. Tidak ada yang salah, mungkin dalam beberapa aspek kesempurnaan amanah tidak dicukupi.   Dalam pelatihan skripsi tersebut yang diisi oleh Bapak Zainul Anwar, M. Psi menjelaskan isi dari sk...

Membunuh Moral yang Buruk

Dunia pendidikan sedang berkabung disebabkan meninggalnya seorang guru yang dianiaya oleh muridnya sendiri. Sebelum kasus ini terjadi, sudah banyak kasus kasus yang sebelumnya yang tidak pernah ada dipikiran saya, bisa jadi tidak pernah terpikirkan banyak orang juga, semisal guru yang dipenjara oleh orangtua murid, orangtua murid menganiaya guru, atau guru yang menganiaya. Semua pasti ada alasan yang melatarelakangi kasus-kasus tersebut. Persoalan kekerasan hukumlah yang akan menilainya sendiri dan akan diberikan hukuman yang setimpal. Belum sempurna masalah kurikulum yang tepat untuk digunakan dalam pendidikan, kurang meratanya pendidikan bagi anak- anak indonesia, terlebih yang berada di perbatasan dan pulau-pulau terpencil, ditambah output moral yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi salah satu misi pendidikan. Sepertinya ada yang luput dari ingatan kita, sehingga moral pendidikan menjadi tercoreng sebab kasus-kasus tersebut, salah satunya adalah adab. Rasa horm...

Literasi Copy Paste

Membahas perkembangan zaman benar tidak ada habisnya. Bukan hitungan hari atau jam dalam memperbaharui informasi tetapi sudah bermain dengan hitungan perdetik. Kini waktu benar benar menunjukkan jati dirinya, apabila manusia lalai maka tidak ada keberuntungan baginya. Sepersekian detik berbagai informasi terbaru bermunculan. Semua mudah dengan sekali sentuhan jari di gadget masing masing. Rasanya tidak ada yang tidak akan kita ketahui dari fakta sampai berita bohongpun ada.  Teknologi tersebut memiliki ketulusan dalam mempermudah segala aktivitas manusia. Tapi manusia belum cukup dewasa dalam memanfaatkannya. Mengkaburkan prioritas, sampai lupa harus belajar atau stalking mantan, lupa berbakti orangtua atau main game online, lupa sholat karena insomnia berselancar didunia maya, kerja sambil main game, chatingan, nonton youtube. Pribadi yang bijak luntur bersama self control yang diacuhkan. Bisa jadi akhirnya membuat pribadi menjadi bukan manusia lagi. Innalillahi wainnalila...

Memutus Satu Mata Rantai Masalah

Astagfirullahhald'adzim... Dunia sudah menjadi sangat rapuh untuk sekedar berguncang menyapa hati setiap manusia. Bukan karena putus asa, melainkan hati manusia telah punah beberapa tahun juga seketika berlalu. Mungkin manusia tidak ingin kalah dengan peradaban teknlogi modern, berlomba menjadi termodern dan benar-benar tidak mengindahkan isi hati nuraninya. Wallahu 'alam Tidak lain mengapa paragraf tersebut dirasa pantas ditulis, melihat fenomena perseteruan anak dan orangtua dikarenakan harta warisan sampai tega membawa orangtua ke pengadilan, bayi yang dibuang-buang di tempat sampah, selokan atau malah dikubur halaman belakang. Dan yang fenomena terkecil adalah membawa orangtua kepada panti jompo. Astagfirullah hal'adzim. Kebiasaan maklum, tidak peduli dan apatis ini membuat sebuah masalah akan tumbuh menjadi besar tanpa disadari. Fenomena tersebut jelas tidak sesuai dengan kebudayaan orang timur apalagi dalam islam. Hukum manapun tidak membenarkan adanya k...

Berkarya dengan Ketekunan

Gambar
Saya bagikan kisah sebuah hikmah tanpa dusta. Beliau adalah dosen Al-Islam dikampus saya. Beliau sederhana, berdasarkan kacamata kesan pertama beliau adalah orang yang tenang, tidak berambisi besar. Kini kisah hidupnya mampu membuat saya termotivasi kembali untuk melakukan kesenangan dengan rajin. Mengingatkan saya pada dongeng yang diceritakan adek saya sepulang sekolah. Cerita tentang Kancil dan Kerbau yang mencari harta karun di Hutan. Saat kelinci tidur ia bermimpi menemukan harta karun di hutan dekat rumahnya. Ketika bangun ia merasa mimpi itu begitu nyata sehingga membuatnya gelisah. Kelinci bertemu dengan temannya kerbau, kemudian mengajaknya mencari harta karun itu ke Hutan. Mereka berangkat dengan membawa peralatan yang mereka miliki, kelinci membawa alatnya yang kecil, sedang kerbau membawa sekop yang besar. Sesampainya mereka di hutan, mereka menggali-gali tanah, awalnya mereka sangat bersemangat, beberapa jam kemudian kerbau merasa lelah dan pulang karena sampai det...

Menyambangi Dunia Pikiran

Karena aku berada di sebuah kotak kecil nan nyaman sebuah pikiran berlari lari seperti mengelilingi bimasakti ia seperdetik di eropa, seperdetik kemudian jepang, selanjutnya ke jerman seterusnya tiada badai atau angin spiral menghalangi pikiran mengambil buah tangan untuk dipajang di antara impian-impian ditulisnya ragam kisah cinta, manusia, jin, cangkir dan teko dan nanti ketika dibangunkan Tuhan, kewajibanmu adalah menjadikan sebuah pikiran untuk dapat dirasa dan diprakarsa. kemudian badai sesungguhnya menuggu, angin spiral bersiap menjatuhkan mimpi tapi selama Tuhan ada dihatimu, siapa yang mampu mematikan impianmu ?

Bumi Ikhlas

"Ku minta senyummu dikembangkan, jangan memikirkan apapun selain bahagia" Maukah kamu, menyapa tanganku dengan kita berpegangan selalu Lihat senyumku, denganya aku tak lelah bersyair ke langit untukmu Pandang mataku, bahwa ialah kejujuran yang paling jujur Mari, bersamaku menapaki jalan yang tak pernah ku tinggalkan Jangan berlari, tetaplah disampingku Lalu dengarkan kisahku mencintaimu Ambillah napas dunia sebanyak-banyaknya, kemudian hembuskan seluruh dunianya Kini kita sedang melayang di Bumi ikhlas Rasakan derapan angin lembut membelai kulitmu "Assalamu'alaikum" sapanya Pandangi sejuk wajahnya, menetramkan hati Tutur katanya tak dapat kamu elakkan menembus hatimu Bergetar, menentramkan jiwa ialah Ikhlas, menjadikan cinta tumbuh tanpa dusta...