Postingan

Menangis

Hai Berikanku kerelaanmu untuk bersedih Barang sebentar Berbincang dengan hati Menguapkan keresahan Bergelut kata hati Perjuangkan hak bahagia Akhirnya kemampuanku adalah ketidakberdayaan Sebentar Aku memasrah Membersamai sakitku Nantinya hatiku kuat bukan (?) Biarkan relamu membersamai tangisku Tersenyumlah kemudian perlahan jauhlah melangkah

Puncak Manusia

Gambar
Para penantang tanah mengancam Pembelajar batuan terjal Bekalnya Tuhan adalah inti keindahan Keyakinan tak ada pikir menyerah sedzarohpun, aku tak bohong Susah merasakan sakitnya dunia Sebab besar percayanya eindahan diatas sana Mata mereka tak dibutakan puncak keindahan Sudah dari hati, melihat dan mengumpulkan keindahan Mengenali manusia-manusia lain Saling bersenyum, saling mencintai, saling berangkul tangan dan aku menemukan manusia-manusia sesungguhnya

Beradu Kabut

Gambar
Ialah kisah yang tak dapat manusia mengerti Mengapa ia memelukmu juga menutup pandanganmu Sejatinya tak lebih dari dingin .... Bagimu ia yang mempesona Sangka memahamimu tanpa kau paham darimana Terlena menari bersama Mengembangkan tawa pemanipulasi keresahan Kukatakan itu bohong Mengikuti kabut melayang Adalah kejatuhanmu kemudian menangis berselimut tanah diinjak manusia periang .... Berlarilah jauh kedalam hatimu basuh-basuh lupamu, bersambut bermanusia kembali.

Cerita Rindu

Kuasa hati, siapa yang ingin dipandangnya, meski hanya berlalu pergi Mencari senyumanya diantara pancaran mentari kutemukan kamu, dalam jiwa yang sesuhu ketika itu kita sama-sama meragu Akulah penghilang keraguanmu, kamulah penawar keraguanku Waktu membersamai kita dalam bualan dunia sampai terbahak-bahak tetapi waktu kadang menguji untuk berjarak ketika cuma kamu sehingga embun pagi menjadi indah ketika mata kamu tidak berbicara kepadaku menjadiku resah ketika langkah sengajaku lambatkan untuk disampingmu dan ceritaku terpendam dalam tenggorokan hanya menunggumu sehingga kita berkisah sampai tak tahu waktu disiniku bercerita rinduimu, kepada Tuhan untuk memelukmu

Pengaruh Pengerjaan Skripsi terhadap Kedewasaan Individu

Ini adalah opini saya, bukan sebuah penelitian untuk skripsi. Opini yang lahir begitu nyatanya waktu mendekati skripsi dan diperlihatkannya secara gamblang bagaimana orang-orang yang mengerjakan skripsi. Mungkin untuk semester 1-5 skripsi belum sepenuhnya bisa menancap dihati mahasiswanya. Ketika datang semester 6 seorang yang membuat resah mengatakan “ Anda ini dipersimpangan jalan, apabila salah menentukan jalan itu adalah hal sia-sia ”. Perkataan itu seakan menjadi sirine bahwa sebentar lagi pribadimu akan diberikan kepada masyarakat. Sudah siap dan cukup bekal ? Skripsi merupakan amanah dan kewajiban setiap mahasiswa. Sehingga apabila Mahasiswa menunda skripsi atau sampai membuatnya lulus lebih dari waktunya, maka termasuk dari melalaikan amanah orangtua dan melalaikan kewajibannya. Tidak ada yang salah, mungkin dalam beberapa aspek kesempurnaan amanah tidak dicukupi.   Dalam pelatihan skripsi tersebut yang diisi oleh Bapak Zainul Anwar, M. Psi menjelaskan isi dari sk...

Membunuh Moral yang Buruk

Dunia pendidikan sedang berkabung disebabkan meninggalnya seorang guru yang dianiaya oleh muridnya sendiri. Sebelum kasus ini terjadi, sudah banyak kasus kasus yang sebelumnya yang tidak pernah ada dipikiran saya, bisa jadi tidak pernah terpikirkan banyak orang juga, semisal guru yang dipenjara oleh orangtua murid, orangtua murid menganiaya guru, atau guru yang menganiaya. Semua pasti ada alasan yang melatarelakangi kasus-kasus tersebut. Persoalan kekerasan hukumlah yang akan menilainya sendiri dan akan diberikan hukuman yang setimpal. Belum sempurna masalah kurikulum yang tepat untuk digunakan dalam pendidikan, kurang meratanya pendidikan bagi anak- anak indonesia, terlebih yang berada di perbatasan dan pulau-pulau terpencil, ditambah output moral yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi salah satu misi pendidikan. Sepertinya ada yang luput dari ingatan kita, sehingga moral pendidikan menjadi tercoreng sebab kasus-kasus tersebut, salah satunya adalah adab. Rasa horm...

Literasi Copy Paste

Membahas perkembangan zaman benar tidak ada habisnya. Bukan hitungan hari atau jam dalam memperbaharui informasi tetapi sudah bermain dengan hitungan perdetik. Kini waktu benar benar menunjukkan jati dirinya, apabila manusia lalai maka tidak ada keberuntungan baginya. Sepersekian detik berbagai informasi terbaru bermunculan. Semua mudah dengan sekali sentuhan jari di gadget masing masing. Rasanya tidak ada yang tidak akan kita ketahui dari fakta sampai berita bohongpun ada.  Teknologi tersebut memiliki ketulusan dalam mempermudah segala aktivitas manusia. Tapi manusia belum cukup dewasa dalam memanfaatkannya. Mengkaburkan prioritas, sampai lupa harus belajar atau stalking mantan, lupa berbakti orangtua atau main game online, lupa sholat karena insomnia berselancar didunia maya, kerja sambil main game, chatingan, nonton youtube. Pribadi yang bijak luntur bersama self control yang diacuhkan. Bisa jadi akhirnya membuat pribadi menjadi bukan manusia lagi. Innalillahi wainnalila...